Loading...
Thursday, June 4, 2015

PENGENDALIAN HAMA TIKUS





PENGENDALIAN HAMA TIKUS
Wibowo, S.ST
I.                   PENDAHULUAN
Hama tikus merupakan hama tanaman yang banyak merugikan petani , dan selalu ada. Persoalan yang muncul dimasyarakat hama ini termasuk hama yang sulit dikendalikan, karena tikus tergolong hama yang cerdik dan mempunyai penciuman yang sangaat tajam, sehingga banyak petaninyang frustasi akibat serangan hama ini. Pada pertanaman padi, petani sering terlena, petani baru tahu populasi tikus yang banyak setelah adanya serangan yang meluas atau petani tahu setelah adanya kerugian akibat serangan hama tikus.
Kehidupan dan daerah serangannya dipengaruhui oleh topografi wilayah, Daerah yang dekat dengan hutan, tanggul, jalan KA sering menjadi sasaran serangan hama ini.

II.                BIOLOGI HAMA TIKUS
Populasi tikus dapat meningkat dengan cepat, karena tikus beranak banyak dan berkembang biak dengan cepat, masa hidup tikus 1 tahun atau lebih, tikus betina dapt melahirkan anak lebih dari 4 kali setahun dan sekali melahirkan rata-rata 6 ekor anak, tiap 3 bulas sekali 1 ekor betina dapat melahirkan 6 ekor anak. Sehingga 1 pasang tikus dalam tempo satu tahun dari hasil anak beranak mencapai lebih kuraang 925 ekor.

III.             CARA HIDUP HAMA TIKUS
Tikus lebih suka hidup membuat sarang  di tempat yang mempunyai  tanah-tanah yang keras, seperti jalan sawah, saluran air, galengan, rel kereta api, semak-semak yang kondisinya rimbun tidak bersih. Membuat lubang dengan berbgai arah untuk digunakan sebagai perlindungan.
Hidupnya bergerombol, suka berpindah menjelajah sampai berkilo-kilo meter, untuk mencari daerah makanan.

IV.             CARA PENYERANGAN HAMA TIKUS
Tikus termasuk binatang pengerat yang suka mengerat barang-barang yang keras, hal ini dilakukan agar supaya gigi tikus itu pertumbuhannya tidak memanjang dan agar tetap tajam. Menyerang semua jenis tanaman pertanian yang diusahakan oleh petani. Untuk serangan pada tanaman padi menyerangnya dimulai dari bagian tengah kemudian akan menepi, serangan berat bagian yang tersisa hanya pada bagian tepi saja. Yang mengakibatkan gagal panen.
V.                CARA PENGENDALIAN HAMA TIKUS
Tidak ada salah satu cara yang tepat yang dapat mengendalikan hama tikus, tikus harus dikendalikan dengan berbagai cara sesuai dengan stadia tanaman yang ada misalanya: pada stadia baru pesemaian yang tepat dengan cara melakukan gropyokan, pengumpanan. Pada stadia tanaman muda dengan cara pengumpanan dan pengemposan, pada stadia primordia dengan pengemposan, sanitasi.
Cara pengendalian diantaranya ;
1.      Dengan cara umpan
2.      Gropyokan
3.      Hembusan belerang
4.      Sanitasi
5.      Perangkap / Bubu perangkap
6.      Bau-baunan yang tidak disukai
7.      Bunyi-bunyian
8.      Kerodong plastik
9.      Pemanfatan musuh alami
10.  Pergiliran tanaman

VI.             RODENTISIDA
Rodentisida yang dianjurkan untuk pengendalian hama tikus diantaranya adalah Racumin, Klerat, fosfida seng ( Posfit istilah petani), temik. Penggunaan rodentisida hendaknya harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Misalnya menggunakan Temik dan Pospit harus hati-hati karena racun ini mempunyai daya bunuh yang kuat tikus yang memakan akan langsung mati ditempat. Untuk itu penggunaannya harus bertahap hari pertama samapai dengan hari ke 4, dikasih umpan tanpa racun. Kemudian setelah harii ke 5 dikasih racun, hal ini dilakukan untuk mengurangi kecurigaan tikusterhadap makanan/umpan yang ada.
Penggunaan klerat/ racumin sangat dianjurkan karena cara kerjanya yang lambat dan tikus tidak banyak yang curiga.


Text Box: PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL 
BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN 
(  BP4K  ) 
Alamat : Jl. A. Yani 30 Slawi Telp./Fax. (0283) 6198525
 


1 comments:

 
TOP