Loading...
Wednesday, November 29, 2017

BUDIDAYA KOCAI


Budidaya  Kocai
Disusun Oleh : Wibowo, S.ST
Pendahuluan
Kocai  bahasa laitinnya Garlic chives atau bawang kucai disebut kucai cina karena sering digunakan dalam masakan china, sedangkan di eropa yang sering digunakan adalah chives (kucai).
Garlic chives memiliki aroma yang lebih kuat, memiliki daun yang lebih pipih dan tidak berongga. Bunga yang berwarna putih. Bawang kucai kaya akan mineral, serat dan vitamin.
Selain dipakai dalam berbagai masakan, kucai memiliki khasiat seperti mempunyai vitamin B, vitamin C dan karotin.
Kucai bisa digunakan untuk mengobati hipertensi dan mencegah penyakit jantung koroner.
Daun kucai mempunyai antiseptik karena ia mampu untuk membunuh kuman bakteria dalam usus di samping menjadi perangsang dalam proses pengecutan serta proses pengembangan usus. Bukan itu saja malahan ia juga akan melancarkan darah, sekaligus menghindarkan pembekuan darah dalam badan.
Penanaman.
Waktu Tanam
waktu tanam tidak begitu mempengaruhi pertumbuhan kocai tapi yang paling cocok adalah saat memasuki awal musim penghujan, karena air berkecukupan. 
Tanah
            Yang disukai tanaman kocai dengan pH antara 6 - 6,8. Kocai memerlukan keadaan tanah yang subur dan tidak menyukaii tempat-tempat yang becek dan sering tergenang. Bila kemasaman tanah terlalu tinggi, perlu ditambah dengan kapur sebanyak 1200 kg/Ha.
Pengolahan tanah
 Pembuatan bedengan tanaman kocai : lebar 1m-1,5 m, panjang disesuaikan kondisis lahan atau kebutuhan tanah yang ada,    dengan tanah yang ada. Tanah diolah sampai matang,    diberi pupuk organik dan pupuk dasar TSP maupun Ponska. Bila kondisi asam tanahnya dapat dilakukan pemberian kapur dolomit untuk meningkatkan PH, agar tanah menjadi netral PH nya
 Seleksi Bibit
Kocai dikembang biakkan dengan biji maupun anakannya/rumpun. Untuk memperoleh bibit yang baik harus memiliki tanaman yang sudah tua minimal sudah berumur 2 - 3 bulan dan tanamannya dalam keadaan sehat, bebas dari hama dan penyakit.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi bibit :
- satu atau dua hari sebelum ditanam, rumpun yang baru membongkar dari pertanaman induk harus dibersihkan dahulu dari kotoran, kemudian dipreteli menjadi satu umbi satu umbi, apabila umbi terdapat akar - akar yang panjang bisa dipotong/digunting.
- Pilihlah bibit kocai yang sehat - sehat dan bibit yang telah rusak oleh hama atau penyakit jangan dipakai.

 Tanam
 Bibit yang sudah dipreteli dari umbinya  diguntingi perakarannya, kemudian dimasukkan pada lubang tugal dengan jarak 15-20 cm , kemudian setiap lubang diatanami dengan 3-5 anakan setiap tancap/lubang, lalu  disekitar bibit  dipadatkan/dipletot. Yang harus diperhatikan saat tanam pada tanaman kocai adalah faktor kelembaban tanah, tanah yang akan ditanami kocai harus betul-betul teleb ( kebasahannya sapai kedalaman 25-30 cm )

Pemeliharaan
Penyiaraman Tanaman perlu disiram sehari sekali, bila tidak turun hujan
 Penyiangan perlu dilakukan apa bila sudah mulai ditumbuhi gulma. Sampai siap , dipanen (2 bulan) penyiangan dilakukan 2 x , faktor penyiangan pada budidaya tanaman kocai sangat menentukan akan keberhasilan budidaya  tanaman, biasanya gulma yang berkembang di pertanaman kocai, sejenis rumput teki, atau rumput yang terbawa dari pupuk kandang  yang banyak makan biji2an atau pertanaman.
Pemupukan
Untuk memperoleh hasil yang baik, kocai memerlukan pemupukan yang   cukup tetapi tidak berlebihan. - Pemupukan N yang berlebihan bisa menimbulkan lodoh.  Kocai juga memerlukan pemupukan unsur K untuk pertumbuhan, - Pupuk P untuk mendorong pertumbuhan akar.  Untuk memudahkan pemakaian, maka bila dinyatakan per meter persegi  lahan, pupuk yang diperlukan : Urea 25-30 gr, TSP 15-25 gr,  NPK 20-40 gr
Pengendalian OPT
Musuh utama sayuran Kocai adalah gulma dan yang jadi momok petani adalah jenis krokot kecil/gremi, Pengendalian dengan disiangi atau Setelah bibit ditanam, permukaan bedengan disela2 tanaman ditutup dengan jerami
Penyakit yang sering menjangkiti adalah lodoh/busuk daun yang disebabkan oleh jamur atau cendawan dan bulai /njanur yang disebabkan oleh virus/bakteri. Sampai saat ini penanganan yang tepat belum dapat dipastikan.


Pemanenan
Setelah tanaman kocai berumur dua bulan bisa dilakukan panen perdana dan selanjutnya panen kedua, ketiga dan seterusnya setelah berumur satu bulan.
Perlu diingat bahwa tanaman kocai yang dihasilkan adalah bagian vegetatifnya yaitu daunnya dan batangnya saja, sedangkan umbinya dibiarkan. Caranya adalah dengan memotong daun sampai permukaan tanah. Hasil potongan tadi kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke karung kemudian disortir dan dikemasi/diikat 1 kg - 1 kg atau sesuai kebutuhan.



0 comments:

Post a Comment

 
TOP