Loading...
Monday, June 29, 2020

MENENTUKAN WAKTU PANEN PADI


MENENTUKAN WAKTU PANEN PADI
Disusun Oleh : 
Wibowo.S.St  
Pp Madya   Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

A.    Pendahuluan
Penekanan kehilangan hasil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi, yang tahapan kegiatannya dimulai sejak panen sampai hasil tersebut siap untuk dipasarkan. Panen adalah memetik hasil tanaman padi sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan.                                                                                                                    
Di tingkat petani penanganan panen yang meliputi penentuan kriteria tingkat kemasakan dan cara panen kurang diperhatikan. Hal ini disebabkan antara lain adanya kebutuhan hidup yang mendesak dan kurangnya pengetahuan tentang penanganan panen. Penentuan kriteria tingkat kemasakan dan cara panen merupakan hal yang perlu diketahui oleh petani agar kehilangan hasil panen padi dapat ditekan.
Panen adalah memetik hasil tanaman padi sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan dengan tujuan untuk mendapatkan gabah pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat, dimana susut dapat terjadi karena ada gabah yang rontok di lahan.
Ketepatan waktu untuk melakukan panen sangat menentukan kualitas butir padi dan kualitas beras. Panen terlalu awal  dapat menyebabkan persentase butir hijau tinggi yang berakibat sebagian biji padi tidak terisi atau rusak saat digiling. Sedangkan panen terlalu lambat / penundaan panen menyebabkan hasil berkurang karena butir padi mudah lepas dari malai tercecer di sawah atau beras pecah saat digiling. Oleh karena itu perlu diketahui fase-fase pemasakan bulir padi, penentuan saat panen dan cara panen.

B.     Tujuan
dengan Petani  dapat terampil dalam menentukan kriteria tingkat kemasakan dan cara panen padi.

C.    Penentuan Kriteria Tingkat Kemasakan.                                                                       
Proses pemasakan bulir padi terdapat 4 stadia masak yaitu :
1.      Stadia masak susu
Tanda-tandanya adalah: tanaman padi masih berwarna hijau tetapi malai-malainya sudah  terkulai; ruas batang bawah kelihatan kuning; gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu; stadia masak susu terjadi pada saat 10 hari setelah fase berbunga merata.
2.      Stadia masak kuning
Tanda-tandanya; seluruh tanaman tampak kuning; dari semua bagian tanaman, hanya bulu-bulu sebelah atas yang masih hijau; isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku; stadia masak kuning terjadi 7 hari setelah stadia masak susu.
3.      Stadia masak penuh
Tanda-tandanya; buku-buku sebelah atas berwarna kuning sedang batang-batang  mulai kering; isi gabah tidak dapat/sukar dipecahkan; pada varietas-varietas yang mudah rontok stadia ini belum terjadi kerontokan; stadia masak penuh terjadi 7 hari setelah stadia masak kuning.
4.      Stadia masak mati
Tanda-tandanya: isi gabah keras dan kering; varietas yang mudah rontok pada  stadia ini sudah mulai rontok; stadia masak mati terjadi 6 hari setelah masak penuh. Saat panen untuk gabah konsumsi sebaiknya dilakukan pada stadiamasak kuning sedang gabah untuk benih, dipanen pada stadia masak penuh.

Adapun Tanda-tanda padi siap panen adalah:
a.       95 % gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering
b.      Umur optimal malai 30 – 35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga (HSB)
c.       Kadar air berkisar 21 – 26 %

d.      Kerontokan gabah sekitar 16 – 30 % (Cara mengukurnya dengan meremas malai dengan tangan).

0 comments:

Post a Comment

 
TOP